Idealisme?

Idealisme entah dimana dan hilang kemana? Inilah sebuah pertanyaan yang menyelimuti hati nurani orang-orang yang tidak terjerumus dalam materialisme.
Idealisme harusnya merupakan temeng hati, tapi kini idealisme hanyalah sebuah cerita antara ada dan tiada, yang hanya segaris tipis diantara mimpi dan kenyataan.
Beribu tulisan, selogan, dan bahkan seruan tentang prinsip yang satu ini, tapi nyatanya hanyalah dijadikan cerita fiksi, yang dalam kehidupan nyata justru banyak terjadi pembangkangan untuk prinsip yang satu ini.
Eronis memang seribu satu yang mampu bertahan pada idealisme, karena memang faktanya yang idealis tak akan mampu bertahan lama. Baca tulisan ini lebih lanjut

PILKADA TANBU “UNTUK SEMUA LAWAN BENALU”

Sebenarnya gagasan “Untuk Semua” adalah ungkapan spontanitas, ketika kami berpikir bahwa pembangunan harus bisa dirasakan semua kalangan dan golongan.
Saya rasa semua kandidat sudah dipastikan akan menganggap dirinya yang paling mengerti persoalan daerah, tapi perlu di sadari mengerti persoalan belum tentu mampu mengatasinya. Apalagi seandainya persoalan-persoalan di daerah semacam benalu yang mengakar, masuk kesimpul simpul tingkat penentu kebijakan, yaitu kroni, keluarga dan orang-orang dekat.
Tak ada jaminan pasti seorang kandidat mampu mengatasi persoalan daerah apabila simpul-simpul benalu di biarkan melekat sampai sang kadidat jadi penguasa. Saya rasa banyak fakta Kekuasaan seperti ini, sangat merugikan seperti duri dalam daging, tinggal kita mau atau tidak melawannya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.